hepi boenda...hepi kidz...hepi family...
its all about my new life story in medan city ^_^
assalamu'alaikum
assalamu'alaikum irasshaimase... selamat datang di blog sederhana Qu ini. hanya sebuah blog biasa dari insan yang biasa-biasa saja hehe... melalui blog ini diriQu ingin berbagi cerita tentang hari-hari baru yang Qu jalani di kota Medan, my new hometown... semoga bermanfaat dan bisa menjadi tempat berbagi ilmu, pengalaman & menambah persaudaraan. terima kasih atas kunjungannya yaaa... yoroshiku ^^
HILLpark adalah sebuah kawasan wahana bermain paling besardan paling bagus di pulau Sumatera. Agak mirip sama Dunia Fantasi di Jakarta. Lokasinya ada di Sibolangit (Green Hill City Sibolangit, Jl. Letjen Djamin Ginting Km. 45). Perjalanan dari Medan menuju Green Hill Sibolangit menempuh waktu kurang lebih 1,5 jam dengan menggunakan mobil, perjalanan harus ekstra hati-hati karena jalan yang harus dilalui menuju ke arah pegunungan Brastagi sangat curam dan banyak belokan-belokan tajam.
Hillpark Sibolangit merupakan taman tema (themepark) terbesar di pulau Sumatera! Dengan mengusung 3 tema yaitu Lost City, Toon town, dan Heritage, Hillpark Sibolangit menyajikan berbagai wahana – wahana kelas dunia yang menarik seperti Roller Coaster (Gelegar), Ferries Wheel (Kincir raksasa), 4D theatre, dan banyak lainnya! Untuk melengkapi kesenangan pengunjung, amphiteathre berkapasitas 1,200 orang selalu setia menyajikan atraksi-atraksi, pertunjukan, konser mewah berkelas Internasional.
Lost City merupakan tema yang mengusung suasana purbakala bebatuan layaknya jaman dinosaurus. Di Tema ini anda di kelilingi oleh bebatuan besar beserta fosil-fosil Dinosaurus yang telah punah. Anda dapat di berkeliling tema ini dengan kerta hillpark yang telah tersedia tentunya! Dan jangan lupa! Ada wahana Gelegar untuk menguji adrenalin anda.
Toon Town atau kota kartun menyajikan suasana layaknya anda berada di dunia si kecil yaitu dunia kartun. Tema yang sangat “colorfull” ini memberikan suasana yang beda dan sangat cocok untuk anak-anak khususnya balita. Berbagai wahana khas anak-anak juga tersedia lengkap di sini seperti kincir mini, mini bom-bom, dll. Di sini anda dapat menemukan Tree House atau rumah pohon yang sangat indah dan cocok untuk objek fotographi anda!
The Heritage menawarkan suasana Kastil megah, arstitektur bangunan berupa kastil menjadikan anda layaknya prince atau princess. Berbagai suguhan menarik untuk keluarga anda di sini berupa permainan indoor dan carnival games untuk menguji kelincahan anda, dengan hadiah menarik tentunya! Di sini juga anda bisa menikmati suguhan berteknologi tinggi 4D Theatre yang di mana anda dapat merasakan ketegangan yang tinggi dengan merasakan efek-efek film digital secara langsung atau live layaknya berada dalam film yang anda tonton itu!
Camelot Hall merupakan amphiteathre berkapasitas 1,200 orang. Di Camelot Hall ini berbagai acara seperti konser dan atraksi menarik diselengarakan. Dilengkapi dengan teknologi dan sound yang berkelas akan memberikan pengunjung Hillpark kepuasan tersendiri.
(katanya) ngga sah ke Medan kalo belum ke Danau Toba...
Ah, masa siiiiihh?! Ya, itu "katanya" sih... tapi mungking bener juga ya, kalo dipikir-pikir jauh-jauh datang ke Medan, sayang deh kalo ga ke Danau Toba sekalian, soalnya nyeseelll deh kalo ga kesana, bagus banget pemandangannya.....
Danau Toba merupakan salah satu danau terbesar di dunia, dan yang terbesar dan terpopuler di Indonesia. Danau itu seperti lautan yang luasnya lebih kurang 100 km x 30 km. Di tengah danau itu, ada sebuah pulau yang besar, yaitu Pulau Samosir yang berada pada ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan penelitian dari para peneliti Universitas Teknologi Michigan, Amerika Serikat, di lokasi Danau Toba, pada masa 75.500 tahun yang lalu, pernah terjadi sebuah letusan maha dahsyat yang memusnahkan manusia, hewan dan tumbuhan. Letusan itu memuntahkan bebatuan dan abu vulkanik hingga sejauh 2.000km3. Arah muntahan letusan menimbulkan kegelapan hingga dua minggu lamanya. Dampak dari letusan adalah terbentuknya sebuah kawah gunung berapi yang besar, yang lama-kelamaan kawah tersebut terisi air yang akhirnya terbentuk sebuah danau yang besar, yaitu Danau Toba. Mengenai keberadaan Pulau Samosir, itu terbentuk diakibatkan oleh tekanan magma secara terus-menerus yang belum keluar dari perut bumi.Keindahan Danau Toba sangat mengagumkan. Danau itu dikelilingi oleh perbukitan, sehingga suasana di sekitar danau terasa nyaman, udaranya segar dan sejuk. Para pengunjung dapat menikmati keindahannya dengan berenang atau pun menyewa perahu motor, mengitari sekitar danau. Di sore hari, pengunjung dapat menikmati suasana yag lebih hening dengan pemandangan cahaya matahari terbenam yang begitu indah. Danau yang luas ini memiliki nilai magis dan kosmologis, karena dipercaya sebagai tempat berdiamnya Namborru (tujuh dewi leluhur Suku Batak). Bilamana masyarakat Suku Batak ingin menggelar acara adat di sekitar danau, mereka harus terlebih dahulu memohon izin kepada Namborru. Seperti dalam perayaan Pesta Rakyat Danau Toba yang setiap tahunnya digelar, beberapa ritual dilakukan terlebih dahulu sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur. Di tengah Danau Toba, yaitu di Pulau Samosir terdapat objek wisata alam yang populer, yakni danau di atas danau (Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang); objek wisata sejarah di komplek makam Raja Sidabutar di Desa Tomok; dan wisata arsitektur berupa komplek rumah tradisional Batak Toba Samosir. Di Parapat, para pengunjung yang ingin mengunjungi Pulau Samosir dapat menumpangi angkutan feri yang setiap jamnya berangkat ke Desa Tomok, Samosir. Lokasi Danau Toba berada pada beberapa kabupaten, antara lain Kab. Simalungun, Kab. Samosir, Kab. Tapanuli Utara, Kab. Humbang Hasundutan, Kab. Karo, dan Kab. Dairi, Sumatera Utara, Indonesia. Untuk mencapai lokasi wisata, pengunjung dapat melalui rute Kota Medan-Parapat atau pun melalui rute Medan-Berastagi yang berjarak lebih kurang 176 km dengan waktu tempuh kurang lebih empat jam dengan kendaraan roda dua/empat.
Asal-usul Danau Toba
Di wilayah Sumatera hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. Ia hidup sendiri sebatang kara. Setiap hari ia bekerja menggarap lading dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Pada suatu hari petani tersebut pergi ke sungai di dekat tempat tinggalnya, ia bermaksud mencari ikan untuk lauknya hari ini. Dengan hanya berbekal sebuah kail, umpan dan tempat ikan, ia pun langsung menuju ke sungai. Setelah sesampainya di sungai, petani tersebut langsung melemparkan kailnya. Sambil menunggu kailnya dimakan ikan, petani tersebut berdoa,“Ya Alloh, semoga aku dapat ikan banyak hari ini”. Beberapa saat setelah berdoa, kail yang dilemparkannya tadi nampak bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani tersebut sangat senang sekali, karena ikan yang didapatkannya sangat besar dan cantik sekali. Setelah beberapa saat memandangi ikan hasil tangkapannya, petani itu sangat terkejut. Ternyata ikan yang ditangkapnya itu bisa berbicara. “Tolong aku jangan dimakan Pak!! Biarkan aku hidup”, teriak ikan itu. Tanpa banyak Tanya, ikan tangkapannya itu langsung dikembalikan ke dalam air lagi. Setelah mengembalikan ikan ke dalam air, petani itu bertambah terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik.
“Jangan takut Pak, aku tidak akan menyakiti kamu”, kata si ikan. “Siapakah kamu ini? Bukankah kamu seekor ikan?, Tanya petani itu. “Aku adalah seorang putri yang dikutuk, karena melanggar aturan kerajaan”, jawab wanita itu. “Terimakasih engkau sudah membebaskan aku dari kutukan itu, dan sebagai imbalannya aku bersedia kau jadikan istri”, kata wanita itu. Petani itupun setuju. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat. Setelah beberapa lama mereka menikah, akhirnya kebahagiaan Petani dan istrinya bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Anak mereka tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan kuat, tetapi ada kebiasaan yang membuat heran semua orang. Anak tersebut selalu merasa lapar, dan tidak pernah merasa kenyang. Semua jatah makanan dilahapnya tanpa sisa. Hingga suatu hari anak petani tersebut mendapat tugas dari ibunya untuk mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi tugasnya tidak dipenuhinya. Semua makanan yang seharusnya untuk ayahnya dilahap habis, dan setelah itu dia tertidur di sebuah gubug. Pak tani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Karena tidak tahan menahan lapar, maka ia langsung pulang ke rumah. Di tengah perjalanan pulang, pak tani melihat anaknya sedang tidur di gubug. Petani tersebut langsung membangunkannya. “Hey, bangun!, teriak petani itu. Setelah anaknya terbangun, petani itu langsung menanyakan makanannya. “Mana makanan buat ayah?”, Tanya petani. “Sudah habis kumakan”, jawab si anak. Dengan nada tinggi petani itu langsung memarahi anaknya. "Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri! Dasar anak ikan!," umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya. Setelah petani mengucapkan kata-kata tersebut, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. (Cerita Rakyat “Asal Usul Danau Toba”, diceritakan kembali oleh Kak Ghulam Pramudiana.)
sumber: dikutip dari http://www.wisatamelayu.com, http://www.ceritaanak.org.
Pantai Cermin? Di mana sih ini??? yang baru pertama kali denger, di simak yaaa xixixi ;)
Pantai Cermin adalah salah satu kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai Propinsi Sumatera Utara dan merupakan kawasan wisata terkenal. Pantai Cermin berada di pesisir timur pulau Sumatera berhadapan ke Selat Malaka. Letaknya 45 Km dari kota Medan menuju Pematang Siantar (9 Km dari Simpang Tiga Perbaungan) dari Sei Rampah (ibukota Kabupaten Serdang Bedagai) jaraknya 25 km. Akses menuju Pantai Cermin ini sangat baik. Kondisi jalan yang cukup lebar dan beraspal mulus membuat perjalanan menuju kawasan wisata ini terasa nyaman. Perjalanan dari kota Medan ke Pantai Cermin dapat ditempuh dengan mobil atau sepeda motor dengan waktu 45 menit. Mulai dari Simpang Tiga Perbaungan sampai ke arah, pengunjung akan menikmati kesejukan karena di kiri dan kanan jalan terdapat areal perkebunan dengan tanaman kelapa sawit dan cacao. Di Kecamatan Pantai Cermin saat ini telah berkembang beberapa objek wisata yang sudah mulai dikenal di dalam maupun di luar negeri. Setiap hari wisatawan domestik dan mancanegara ramai berkunjung ke objek-objek wisata di kecamatan Pantai Cermin ini. Ada 5 objek wisata yang telah dikelola dengan sistem pengelolaan dan daya tarik yang agak berbeda satu dengan yang lainnya.
Kawasan Wisata Pantai Cermin yang terkenal dengan Water Theme Park, merupakan objek wisata alam yang dipadukan dengan wisata buatan (rekreasi) dengan pengelolaan yang profesional. Objek wisata Water Theme Park ini merupakan primadona pariwisata Kabupaten Serdang Bedagai dan satu-satunya objek wisata rekreasi terbesar di luar Pulau Jawa. Pantai Cermin Theme Park yang terletak di Desa Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai merupakan salah satu lokasi wisata kebanggaan Sumut. Lokasi ini lumayan jauh dari Kota Medan, ibukotanya Propinsi Sumut. Sekitar 1 jam lebih lokasi ini dapat dicapai, setelah melewati kota Pakam, Deliserdang. Harga tiket masuk untuk weekdays berkisar Rp 40 ribu. Selain tiket masuk ke arena, dengan paket ini kita juga mendapatkan 1 soft drink dan makan siang dari dua restoran yang ada di dalam lokasi. Ada restoran yang menawarkan menu nasi goreng, ada pula yang mengandalkan menu seafood dan 2 set sayuran pilihan. Nah paket harganya berbeda menurut paket restoran mana yang mau kita pilih. Tapi harganya gak beda jauh kok, sekitar Rp75.000 dan Rp80.000 per orang (dewasa). Sementara untuk anak2 (usia diatas 3 tahun / atau dengan tinggi di atas 1,1 meter dan manula harga paketnya dipatok sama yaitu sekitar Rp55,000 dan Rp 60,000. Setelah membayar tiket masuk kita akan dibagikan wrist band,yang kemudian di-scan pada pintu masuk. selain itu juga ada paket Spa, sauna, jet ski dan speedboat. Lalu, untuk kolam renag ada empat children pool secara ini jadi primadona-nya dan terletak di tempat yang paling sentrum sepertinya dengan "dekor" yang menarik pula).
Fasilitas yang disebut children pool ini bentuknya seperti kastil yang memiliki lorong-lorong yang di setiap sudut dan pinggirannya memiliki pancuran air. Ada sembilan seluncuran mini, ada tong air besar dan kecil yang jika penuh akan tumpah ke bawah dan menyirami pengunjung yang sengaja menunggu air yang berada diatas tersebut. Kedua Splash pool, kolam yang lebih besar dan juga memiliki banyak seluncuran dengan ketinggian yang lumayan high, membuat adrenalin pasti terpacu ketika mencobanya. Lalu ada pula yang dinamakan Lazy pool, kolam ini seolah-olah berarus jadi apabila kita menggunakan ban karet yang cukup memuat satu sampai dua orang didalamnya. Ada juga toko souvenir yang bisa adisambangi untuk sekedar membeli oleh-oleh sebagai tanda telah mengunjungi objek wisata tersebut. Bahkan di bagian depan pintu masuk Theme Park sudah berdiri sebuah cottage. Dan tidak jauh dari situ, ada pula beberapa restoran yang menyajikan menu andalannya, apalagi kalau bukan sea food,udang,kerang, kepiting yang semuanya dijamin segar. Pantai Cermin Theme Park diresmikan oleh Wakil Presiden RI HM.Jusuf Kalla pada Minggu 14 Januari 2007 lalu, bertepatan hari jadi kebupaten Sergai yang ke 4.
sumber: dikutip dari http://serdangbedagaikab.go.id/indonesia/index.php?option=com_content&task=view&id=86&Itemid=30,
http://www.sumutcyber.com/?open=view&newsid=6031&cat=12&pid=1.
Sore-sore ngadem di Merdeka Walk, menikmati suasana semilir angin sambil makan dimsum favorit di outdoor, mantabbs :) katanya tempat ini tempat gaulnya anak medan, anak muda yang ga tau Merdeka Walk ato biasa disingkat dengan sebutan MW, pasti bukan anak gaul, hmm maca ciihh??? gitu deh kira-kira di kalangan anak muda medan tentang “spot hang out” yang berada tepat di jantung kota medan ini. lokasinya pas di kawasan Lapangan Merdeka, ga jauh dari kantor Pemerintahan Kota Medan.
“Food, fun and leisure”, itulah tema yang sengaja diusung MW. Puluhan outlet yang menyajikan berbagai menu makanan, mulai dari Western Food hingga Chinese Food, Japanese, Nusantara, aneka jenis “junk food” tersedia di sini. “Soal makanan, di MW, pengunjung serasa dimanjakan,” jelas Ester Tarigan, Public Relation MW.
Tak hanya itu, MW menjadi area yang fun karena suasananya yang nyaman dengan keasrian pepohonan. Terutama, dengan adanya fasilitas “Center Piece” yang menjadi pusat digelarnya berbagai hiburan, seperti “live music”, acara untuk keluarga dan ajang kreatifitas anak muda, seperti band performance, rap, breakers dan hiburan lainnya.
Tak salah, jika menjadikan MW, yang dibuka sejak pukul 10.00 WIB pagi hingga 12.00 WIB malam, sebagai lokasi menghabiskan waktu senggang. “Konsep leissure sengaja diciptakan dengan suasana yang nyantai. Meski ruangan terbuka, namun dengan adanya pepohonan, pengunjung masih tetap dapat menikmati kenyamanan,” jelas Ester.
Satu lagi, lho… jika Anda penggemar dunia maya dan betah nongkrong di depan laptop berjam-jam, MW adalah salah satu spot yang pas untuk Anda. Soalnya, fasilitas free wi-fi sudah terpasang di sini. Nah, tunggu apa lagi. Malam mingguan ke mana nih? MW mungkin salah satu spot yang pas buat Anda kunjungi agar tak membosankan…
sumber: dikutip dari http://www.medantalk.com/nongkrong-di-merdeka-walk-yuk/
Ada dua nih kendaraan transportasi yang khas di medan: satu becak motor, dua becak dayung. sama-sama becak sih, tapi beda looh...
becak dayung
Becak dayung adalah becak tidak bermotor, yang didayung oleh pengemudinya. Berbeda dengan becak di Jawa, dan pulau-pulau lain di Indonesia karena pengemudinya berada disamping becak bukan di belakang umumnya. Becak seperti ini juga ditemukan di Singapura dan Semenanjung Malaysia. Becak dayung secara perlahan digantikan oleh becak mesin karena beberapa alasan:
jarak tempuh yang relatif tidak jauh, sehingga lebih cocok untuk perjalanan di lingkungan perumahan, tidak dapat digunakan di lingkungan yang ada tanjakannya, dianggap sebagai angkutan yang tidak manusiawi, mengganggu kelancaran lalu lintas karena kecepatannya yang rendah terutama dikawasan yang padat.
Tetapi disamping itu hal yang positif dari becak dayung adalah:
ramah lingkungan karena merupakan angkutan yang tidak menimbulkan polusi emisi gas buang, menyerap tenaga kerja, khususnya tenaga kerja tidak terlatih. Didaerah pesisir pada musim angin para nelayan yang tidak melaut mereka menarik becak, demikian juga didaerah pertanian pada saat kegiatan pertanian sedang tidak ada banyak petani yang menggunakan waktu luangnya untuk menarik becak.
becak motor
Nah, kalo becak mesin adalah istilah yang digunakan becak yang digerakkan dengan mesin. Becak mesin ini merupakan moda yang sangat populer untuk perjalanan dari pintu ke pintu (door to door service). pengemudi becak motor ini juga berada disamping sehingga lebar becak beserta pengemudinya hampir menyamai mobil sehingga ketika berkeliaran di jalan akan membuat jalan terlihat penuh. Untuk becak mesin karena kecepatannya tinggi pengemudinya diwajibkan untuk menggunakan helm.
cerita sejarahnya begini.....
Pada awalnya digunakan mesin dua langkah Rex buatan Jerman yang sederhana berukuran silender kecil yang dipasang pada becak dayung. kemudian berkembang menggunakan sepeda kumbang Gobel yang dikayuh untuk menghidupkannya dan beberapa merk lainnya, sekarang digunakan motor produksi baru yang banyak dipasarkan di Indonesia untuk menggerakkan becak tersebut. Sepeda motor yang digunakan di Medan untuk dijadikan becak motor ini biasanya adalah sepeda motor merek Honda Win. Sedikit berbeda dengan kota Siantar di Sumatera Utara yang berbukit-bukit pada tahun 1940an dan 1950an menggunakan becak dengan mesin berukuran besar (350 cc sampai dengan 500 cc) seperti BSA, Norton, Java peninggalan perang dunia kedua, disebut juga sebagai Becak Siantar. Masyarakat Pematang Siantar berusaha mempertahankan orisinalitas kendaraan angkutan umum melegenda bagi masyarakat Pematang Siantar, kota yang terletak 45 kilometer dari Danau Toba.
begitu ceritanya temen-temen... jadi kalo nanti ke Medan jangan lupa nyobain naik becak motor ato becak dayung ini yaahh ^^
sumber: dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Becak_mesin#Sejarah & http://id.wikipedia.org/wiki/Becak_dayung
Istana Maimoon, terkadang disebut juga Istana Putri Hijau, merupakan istana kebesaran Kerajaan Deli. Istana ini didominasi warna kuning, warna kebesaran kerajaan Melayu. Pembangunan istana selesai pada 25 Agustus 1888 M, di masa kekuasaan Sultan Makmun al-Rasyid Perkasa Alamsyah. Sultan Makmun adalah putra sulung Sultan Mahmud Perkasa Alam, pendiri kota Medan.
Sejak tahun 1946, Istana ini dihuni oleh para ahli waris Kesultanan Deli. Dalam waktu-waktu tertentu, di istana ini sering diadakan pertunjukan musik tradisional Melayu. Biasanya, pertunjukan-pertunjukan tersebut dihelat dalam rangka memeriahkan pesta perkawinan dan kegiatan sukacita lainnya. Selain itu, dua kali dalam setahun, Sultan Deli biasanya mengadakan acara silaturahmi antar keluarga besar istana. Pada setiap malam Jumat, para keluarga sultan mengadakan acara rawatib adat (semacam wiridan keluarga). Bagi para pengunjung yang datang ke istana, mereka masih bisa melihat-lihat koleksi yang dipajang di ruang pertemuan, seperti foto-foto keluarga sultan, perabot rumah tangga Belanda kuno, dan berbagai jenis senjata. Di sini, juga terdapat meriam buntung yang memiliki legenda tersendiri. Orang Medan menyebut meriam ini dengan sebutan meriam puntung. Kisah meriam puntung ini punya kaitan dengan Putri Hijau. Dikisahkan, di Kerajaan Timur Raya, hiduplah seorang putri yang cantik jelita, bernama Putri Hijau. Ia disebut demikian, karena tubuhnya memancarkan warna hijau. Ia memiliki dua orang saudara laki-laki, yaitu Mambang Yasid dan Mambang Khayali. Suatu ketika, datanglah Raja Aceh meminang Putri Hijau, namun, pinangan ini ditolak oleh kedua saudaranya. Raja Aceh menjadi marah, lalu menyerang Kerajaan Timur Raya. Raja Aceh berhasil mengalahkan Mambang Yasid. Saat tentara Aceh hendak masuk istana menculik Putri Hijau, mendadak terjadi keajaiban, Mambang Khayali tiba-tiba berubah menjadi meriam dan menembak membabi-buta tanpa henti. Karena terus-menerus menembakkan peluru ke arah pasukan Aceh, maka meriam ini terpecah dua. Bagian depannya ditemukan di daerah Surbakti, di dataran tinggi Karo, dekat Kabanjahe. Sementara bagian belakang terlempar ke Labuhan Deli, kemudian dipindahkan ke halaman Istana Maimoon. Setiap hari, Istana ini terbuka untuk umum, kecuali bila ada penyelenggaraan upacara khusus.
Istana ini terletak di jalan Brigadir Jenderal Katamso, kelurahan Sukaraja, kecamatan Medan Maimoon, Medan.
Luas istana lebih kurang 2.772 m, dengan halaman yang luasnya mencapai 4 hektar. Panjang dari depan kebelakang mencapai 75,50 m. dan tinggi bangunan mencapai 14,14 m. Bangunan istana bertingkat dua, ditopang oleh tiang kayu dan batu.
Arsitektur bangunan merupakan perpaduan antara ciri arsitektur Moghul, Timur Tengah, Spanyol, India, Belanda dan Melayu. Pengaruh arsitektur Belanda tampak pada bentuk pintu dan jendela yang lebar dan tinggi. Tapi, terdapat beberapa pintu yang menunjukkan pengaruh Spanyol. Pengaruh Islam tampak pada keberadaaan lengkungan (arcade) pada atap. Tinggi lengkungan tersebut berkisar antara 5 sampai 8 meter. Bentuk lengkungan ini amat populer di kawasan Timur Tengah, India dan Turki.
Bangunan istana terdiri dari tiga ruang utama, yaitu: bangunan induk, sayap kanan dan sayap kiri. Bangunan induk disebut juga Balairung dengan luas 412 m2, dimana singgasana kerajaan berada. Singgasana kerajaan digunakan dalam acara-acara tertentu, seperti penobatan raja, ataupun ketika menerima sembah sujud keluarga istana pada hari-hari besar Islam.Di bangunan ini juga terdapat sebuah lampu kristal besar bergaya Eropa. Di dalam istana terdapat 30 ruangan, dengan desain interior yang unik, perpaduan seni dari berbagai negeri. Dari luar, istana yang menghadap ke timur ini tampak seperti istana raja-raja Moghul.
Ada beberapa pendapat mengenai siapa sesungguhnya perancang istana ini. Beberapa sumber menyebutkan perancangnya seorang arsitek berkebangsaan Italia, namun tidak diketahui namanya secara pasti. Sumber lain, yaitu pemandu wisata yang bertugas di istana ini, mengungkapkan bahwa arsiteknya adalah seorang Kapitan Belanda bernama T. H. Van Erp.
Akhirnya kesampean juga foto-foto di Masjid Raya bersama keluarga :) dan ini sekelumit informasi mengenai sejarah Masjid Raya di Medan..... silahkan membaca, semoga bermanfaat ^^
Masjid Raya al-Mashun mulai dibangun pada 21 Agustus 1906, selesai dan dibuka untuk umum pada 10 September 1909 M. Saat itu, yang berkuasa di Kesultanan Deli adalah Sultan Mamun al Rasyid Perkasa Alamsyah IX. Seluruh biaya pembangunan masjid, yang diperkirakan mencapai satu juta gulden ditanggung sendiri oleh Sultan.
Masjid ini merupakan masjid kerajaan, oleh sebab itu dibangun sangat megah. Ketika itu, Sultan berprinsip, kemegahan masjid lebih utama daripada istananya sendiri. Ada tiga sebutan populer untuk masjid ini yaitu: Masjid al-Mashun, Masjid Deli dan Masjid Agung Medan.
Masjid Raya al-Mashun merupakan kebanggaan warga Medan saat itu. Seiring perkembangan, kemudian terbentuk sebuah pemukiman baru di sebelah masjid yang disebut Kota Maksum, sehingga jamaah masjid semakin ramai.
Saat ini, selain menjadi pusat ibadah kaum muslim di kotaMedan, Masjid al Mashun juga menjadi daerah tujuan wisata yang dikunjungi para turis domestik dan mancanegara. Salah satu kelebihan masjid ini adalah, masih dalam bentuknya yang asli, belum mengalami perubahan yang spesifik.
Lokasi masjid berdekatan dengan Istana Deli, di kecamatan Medan Maimoon, Medan, Sumatera Indonesia.
Bangunan masjid terbagi menjadi tiga: ruang utama, tempat wudhu dan gerbang masuk. Ruang utama digunakan sebagai tempat shalat, bentuknya bersegi delapan tidak sama sisi. Pada sisi berhadapan lebih kecil, terdapat porch, yaitu unit yang menempel dan menjorok keluar. Di depan tiap-tiap porch terdapat tangga. Pada porch depan yang terletak di timur, terdapat plengkung majemuk, seperti plengkung yang terdapat di masjid-masjid Andalusia.
Sisi kiri (selatan-timur) dan kanan (utara-timur) ruang shalat utama dikelingi oleh gang. Gang ini mempunyai deretan bukaan (jendela tak berdaun) lengkung yang berdiri di atas balok, bukan kolom. Bentuk denah segi delapan pada ruang utama diperlihatkan dengan kolom-kolom berbentuk silindris pada masing-masing titik sudut marmer. Kolom-kolom tersebut menyangga plengkung yang bentuk dan hiasannya bercorak Moorish dan Arabesque. Di atas plengkung-plengkung tersebut, terdapat tambour (dinding tumpuan kubah) tumpuan kubah utama. Kubah utama terbesar mengatapi bagian tengah di depan mihrab dan mimbar. Bentuk kubah itu mengikuti model Turki, dengan bentuk yang patah-patah bersegi delapan. Kemudian, di antara kubah, gang keliling dan bagian depan ruang shalat terdapat atap bersisi miring tunggal. Pada dinding tumpuan kubah (tambour), terdapat jendela atas, demikian pula pada dinding atas teras dalam, sehingga ruang shalat utama cukup mendapat cahaya. Kubah utama dikelilingi oleh kubah-kubah berbentuk sama, tapi lebih kecil.
Masjid ini terletak di dalam halaman luas terbuka, mengelilingi seluruh bangunan masjid. Luas halaman mencapai lebih kurang satu hektar. Pada sumbu mihrab dan porch masuk bagian depan di sebelah timur, terdapat gerbang. Keberadaan gerbang ini memperkuat arah posisi kiblat. Ada dugaan, desain ini mendapat pengaruh dari arsitektur masjid-masjid kuno di India, Arab dan Mesir.
Dalam posisi terpisah, terdapat gerbang utama dengan arsitektur India, letaknya terpisah dari ruang utama. Bentuknya berupa unit bujur sangkar beratap datar. Pada bagian depan, terdapat plengkung patah untuk masuk. Bagian atas gerbang tengah dihiasi molding dan dentil, yaitu deretan kubus-kubus kecil, rapat seperti gigi.
Pada sisi kanan (utara-timur) masjid terdapat minaret dengan bentuk yang unik, dengan denah bujur sangkar yang menyangga bagian atasnya yang berbentuk silindris. Hiasan badan minaret merupakan campuran model Mesir, Iran dan Arab.
Pengaruh Gotik juga terdapat pada masjid ini, antara lain tampak pada bagian atas jendela yang berambang patah, pada bagian atasnya terdapat bukaan berbentuk lingkaran. Mihrabnya cukup indah, terbuat dari marmer dan diatapi oleh kubah runcing.